Senin, 05 Maret 2018

Aminoto Kosin

Aminoto Kosin

Selebritas kita kali ini adalah Aminoto Kosin, seorang musisi, komposer, arranger, produser dan konduktor. Banyak karya yang sudah dihasilkan olehnya baik di nasional maupun mancanegara. Di tahun 1985, beliau memulai karir profesionalnya sebagai pemain keyboard untuk recording session. Di tahun 1986, beliau membentuk band Karimata bersama Erwin Gutawa, Candra Darusman, Uce Hariono, dan Denny TR. Serta banyak aransemen yang dibuatnya untuk para penyanyi top Indonesia seperti Ruth Shanaya, Dian PP, Memes, Shakila, Glenn Fredly, dan lain sebagainya.

Selain dari karir musiknya, ternyata Aminoto Kosin ini mempunyai hati ke misi dan pelayanan. Ia pernah bermisi ke India dan keliling Indonesia untuk memberikan workshops bagi gereja dan musisi setempat. Saat ini, beliau mempunyai sekolah music “Aminoto Kosin Music School” di mana beliau mengajar Jazz dan aransemen.

Bagaimana pendapat Aminoto Kosin tentang Kelemahlembutan? ...

Pertanyaan pertama saya adalah arti kelemahlembutan di mata Aminoto Kosin, menurut beliau banyak orang akan merujuk makna “lemah lembut” sebagai suatu yang halus (soft) yang biasanya disukai para perempuan. Mereka melihat dari sisi luar. Sedangkan beliau percaya bahwa jika berbicara tentang kelemahlembutan maka kita sedang membicarakan sisi dalam dari manusia, yang menurut pandangannya disebut lembut (gentle). Suatu sikap bagaimana kita merespon hal-hal yang akan terjadi berdasarkan hati yang lembut,rasa kasih sayang dan belas kasih, yang keluar menjadi sebuah tindakan.

Sebagai seorang pria, kelemahlembutan juga diperlukan maka dari itu ada kata “gentleman”. Seorang pria (gentleman) memperlakukan para perempuan dan orang lain dengan ramah. Seorang pria (gentleman) akan memegang kata-katanya dan lain sebagainya. Jadi baik perempuan dan pria sama-sama membutuhkan kelemahlembutan dalam kehidupannya.

Berbicara tentang perempuan, seluruh hidup Aminoto Kosin dikelilingi oleh perempuan. “Saya besar bersama 5 saudara perempuan saya dan Ibu saya. Sekarang saya juga mempunya istri yang cantik dan 2 anak perempuan yang cantik pula. Saya belajar dari ayah saya. Ayah saya adalah pria tradisional dan seorang dokter, saya melihat bagaimana dia memperlakukan keluarganya juga pasiennya. Dia adalah seorang yang penuh kasih sayang, pekerja keras, dan rela berkorban untuk keluarganya”, jelas beliau.

Menurutnya, orang yang lemah lembut juga boleh marah. Tapi masalahnya adalah, bagaimana kita bertindak dengan kemarahan kita itu. Kita selalu dapat mengkomunikasikan rasa kecewa kita dengan cara yang benar, tidak perlu meledak-ledak dan merugikan orang lain. “Walaupun terkadang sesuatu bisa terjadi di luar batas, tapi saya harus mencoba mengendalikannya”, aku beliau.

Saya beritahukan sebuah kutipan “Gentleness can only be shown by those who are strong”. “Setuju tidak dengan kutipan itu?” Jawabnya, “It’s damn right. Agree with that.” Jawaban yang singkat dan padat =)

Kelemahlembutan itu tidak berlaku untuk gender tertentu, untuk profesi tertentu, bahkan untuk strata tertentu. Setiap orang seharusnya memiliki kelemahlembutan dari hatinya dan terwujud melalui tindakan dan tutur kata.
...

Sumberhttp://www.urbanwomen.org/blogs/read/Aminoto-Kosin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar